Para pakar teori belajar menggolongkan pengetahuan menjadi dua, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural (Depdiknas, 2003 : 10). Pengetahuan Deklaratif adalah pengetahuan mengenai sesuatu. Misalnya definisi persegi, unsur-unsur persegipanjang, jumlah sudut dalam sebuah segitiga adalah 180o. Sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan mengenai bagaimana seseorang melakukan sesuatu. Misalnya bagaimana melakukan operasi matematika, cara melukis segitiga, langkah-langkah pemecahan masalah dalam bentuk menyelesaikan soal-soal cerita dan lain-lain.
Pemecahan masalah matematika merupakan upaya penyelesaian masalah matematika. Menurut Bell (dalam Nawadlir, 2002: 4) “Pemecahan masalah adalah proses penemuan suatu respon yang tepat terhadap situasi yang benar-benar unik dan baru bagi siswa”.
Ruseffendi (1988: 341) menyatakan bahwa ada beberapa sebab soal-soal tipe pemecahan masalah diberikan kepada siswa, yaitu:
1) dapat menimbulkan keinginan tahu dan adanya motivasi, menumbuhkan sifat kreatif, 2) disamping memiliki pengetahuan dan keterampilan (berhitung, dan lain-lain), disyaratkan adanya kemampuan untuk terampil membaca dan membuat pertanyaan yang benar, 3) dapat menimbulkan jawaban yang asli, baru, khas, dan beraneka ragam, dan dapat menambah pengetahuan baru, 4) dapat meningkatkan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang sudah diperolehnya, 5) mengajak siswa memiliki prosedur pemecahan masalah, mampu membuat analisis dan sintesis, dan dituntut untuk membuat evaluasi terhadap hasil pemecahannya, 6) merupakan kegiatan yang penting bagi siswa yang melibatkan bukan saja satu bidang studi tetapi (bila diperlukan) banyak bidang studi, malahan dapat melibatkan pelajaran lain di luar pelajaran sekolah; merangsang siswa untuk menggunakan segala kemampuannya. Read the rest of this entry »